Hidup Bermasyarakat dalam Islam

Orang-orang non- Islam sekalipun tidak termasuk dalam ikatan persaudaraan dalam agama, namun mereka tidak kehilangan hak perlindungan dari kaum muslimin. Inilah keistimewaan ajaran Islam. Firman Allah :

"Janganlah kamu tertarik menjadi aniaya oleh karena benci kaum kafir kepadamu, supaya kamu tidak berlaku adil, hendaklah kamu adil karena adil itu dekat kepada taqwa" (QS Al-Maidah (5), 8)

"Tiada Allah melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil kepada orang- orang yang tidak memerangi kamu lantaran agamamu dan tidak pula mengusir kamu dari tanah air kamu, sesungguhnya Allah mengasihi orang-ornaag yang berlaku adil" (QS Al-Mumtahannah (60), 8)

Rasulullah bersabda :
"Barangsiapa yang mengganggu orang (yaitu orang bukan Islam dalam negara Islam) sesungguhnya dia telah mengganggu aku" (Al- Hadits)

Bermasayarakat dalam Islam dapat menghapus perasaan Kesukuan :
"Bukan dari golongan kami, orang yang menyeru kepada kesukuan (Ashabiyah) dan bukan pula dari golongan kami orang yang mati membelah kesukuan" (Al Hadits) "Tinggalkan dia (yaitu Ashabiyah) karena adalah fitnah" (Al Hadits)

Semboyan ini menyeru setiap orang selalu membantu saudarnya dalam keadaan apa saja, dalam keadaan benar maupun dalam keadaan salah. Islam sangat keras menetang semboyan Ashabiyah ini. Kemudian Islam membawa semboyannya : "Cegahlah saudaramu yang berbuat aniaya (berlaku dhalim) dan bantulah saudaramu yang teraniaya". Islam dalam menentang sistem Ashabiyah ini tidak hanya terbatas kepada kesukuan yang didasarkan atas keturunan, bahkan meluas kepada segala macam kesukuan yang bersumber dari yang lain.

Bermasyarakat dalam Islam berarti bertaqwa kepada Allah adalah Dasar Kelebihan antara Manusia :
"Wahai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki- laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal". (QS Al-Hujurat (49), 13)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ucapan Turut Berduka Cita Untuk Guru

Makna Filosofi Janur