Toleransi dalam Islam
Toleransi Dalam Islam
Islam adalah agama yang mudah dan penuh toleransi. Allah mengutus Muhammad SAW dengan membawa agama yang lurus dan yang mudah. Hukum-hukum Islam dibangun di atas kemudahan dan tidak menyulitkan, norma-norma agama ini seluruhnya dicintai (oleh Allah) namun yang mudah dari itu semualah yang paling dicintai oleh Allah. Maka dari itu sangat perlu usaha manusia untuk mewujudkan hubungan yang harmonis antar umat manusia. Salah satu caranya yaitu mengembangkan sikap Toleransi, Etika pergaulan.
Toleransi adalah keimanan yang paling utama. Toleransi adalah amalan yang paling ringan dan paling utama. Termasuk toleransi dalam Islam adalah bahwa Islam merupakan agama Allah untuk seluruh umat manusia.
Islam datang sebagai agama penyempurna. Islam hadir sebagai agama yang memberikan solusi bagi semua permasalahan. Rasulullah saw pun telah menyampaikan seluruh Risalah dari Allah swt. Risalah yang begitu lengkap dengan aturan, perintah dan larangan. Bahkan, dalam urusan-urusan kecil dan sepele sekalipun. Kini muncul pertanyaan, mengapa Islam harus datang dengan segudang aturan? Apa yang menyebabkan aturan-aturan itu begitu detail diberikan untuk manusia? Islam mengatur hidup manusia bahkan dalam urusan terkecil pun karena dunia ini penuh dengan perbedaan. Jika semua yang ada itu sama, mungkin tidak dibutuhkan aturan yang begitu banyak dan mendetail. Islam memberikan aturan bagaimana bersikap kepada sesama muslim, bagaimana bersikap kepada orang selain islam, bagaimana berhubungan dengan selain manusia. Semua itu diatur karena mereka berbeda.
Firman Allah tentang Toleransi
Surat Al-Baqarah 256:
لا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لا انْفِصَامَ لَهَا وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
Artinya :
“Tidak ada paksaan untuk memasuki agama Islam Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada tali yang amat Kuat (Islam) yang tidak akan putus. dan Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.”
Ayat ini berkenaan dengan Hushain dari golongan Anshar, suku Bani Salim bin ‘Auf yang mempunyai dua orang anak yang beragama Nasrani, sedang ia sendiri seorang Muslim. Ia bertanya kepada Nabi Saw: “Bolehkah saya paksa kedua anak itu, karena mereka tidak taat kepadaku, dan tetap ingin beragama Nasrani?.” Allah menjelaskan jawabannya dengan ayat tersebut bahwa tidak ada paksaan dalam Islam.
Dalam Islam toleransi bisa dimaknai tidakan tidak dibenarkan dan diterimanya suatu bersifat paksaan. Kewajiban kita hanyalah menyampaikan agama Allah kepada manusia dengan cara yang baik dan penuh kebijaksanaan serta dengan nasihat-nasihat yang wajar sehingga mereka masuk agama Islam dengan kesadaran dan kemauan mereka sendiri. Apabila kita sudah menyampaikan kepada mereka dengan cara yang demikian tetapi mereka tidak juga mau beriman itu bukanlah urusan kita melainkan urusan Allah SWT.
Komentar
Posting Komentar